Perintah untuk melaksanakan ibadah puasa ini sudah diterangkan jelas didalam Al-Qur'an tepatnya didalam surat Al-Baqarah ayat 183-185.
Dari surah diatas sudah sangat jelas sekali perintah untuk berpuasa, disitu ditegaskan "Diwajibkan kepada kamu mengerjakan puasa" kalimat tersebut merupkan kalimat perintah yang jelas dan tegas. Namun,meski begitu ibadah puasa ini dapat dikategorikan sebagai ibadah yang enteng, mengapa bisa begitu berikut pembahasannya.
PUASA SEBAGAI IBADAH ENTENG YANG BERNILAI
Sama seperti halnya ibadah islam yang lainnya, maka jika dilihat dari segi keadaan,sifat,pertumbuhan,proses dan aturannya, ibadah puasa ini dapat dikatakan ibadah yang enteng dan ringan. Mengapa demikian ? misal, saat kita melaksanakan ibadah sholat fardlu kita tidak dapat menggabung atau melakukan kegiatan diluar rukun sholat secara bersamaan.Namun, berbeda dengan kita berpuasa. Disaat kita sedang berpuasa kita tetap bisa melakukan kegiatan lain seperti, bekerja secara bersamaan.
Selain kita dapat melakukan hal lain disaat kita sedang berpuasa, ibadah puasa ini menyimpan berbagai manfaat baik dari segi jasmani maupun rohani.Lebih dari itu banyak pahala yang telah dijanjikan oleh Allah yang akan kita dapat dihari akhir kelak.
PENGGUNAAN KATA "KUTIBA"
Telah diterangkan bahwsannya kita kaum yang beriman diwajibkan untuk berpuasa, dan istilah/kalimat yang dipakai dalam mewajibkan puasa ramadhan itu adalah kalimat KUTIBA, diambil dari kata kerja KATABA. Disebut dalam ayat tersebut "KUTIBA 'ALAIKUMUS SHIYAM". Menurut ilmu bahasa arab, kalimat kutiba dinamakan kata kerja yang "TERSEMBUNYI",tidak kata kerja yang terang dan tegas.
Dengan menggunakan kata kerja tersembunyi, yang artinya tidak ditegaskan siapa yang memerintahkan, tetapi setiap mukmin sadar/mengetahui bahwa yang memerintah ialah Allah SWT, maka tekanan dari perintah tersebut tidak dirasakan terlalu berat.
HAKEKAT PUASA MEMANG ENTENG
Jika kita lihat dari sudut pelaksanaannya puasa ini memanglah enteng, sebab kita hanya diminta untuk menahan diri dari makan,minum,dan bersetubuh diwaktu siang hari. Yang artinya disini kita hanya diminta untuk mengorbankan kebutuhan hidup kita. Dengan demikian akan menumbuhkan kesan dan kesadaran tentang ringannya pelaksanaan puasa itu.
UNSUR DISPENSASI(PENGECUALIAN)
Sahabat muslim dan muslimah dalam menjalankan kewajiban puasa itu terdapat dua golongan yang diberikan kemudahan, kedua golongan tersebut ialah :* Orang yang sakit dan musafir(sedang dalam perjalanan), mereka diberikan keringanan untuk tidak mengerjakan puasa. Namun, diwajibkan mengganti dengan berpuasa dihari lain, sejumlah hari yang ia tinggalkan.
* Orang yang tidak kuat karena kondisi badan. seperti orang yang menderita sakit berbahaya,orang tua yang lemah, kaum ibu yang sedang menyusui atau sedang hamil. Kedua pengecualian ini semakin menambah unsur keentengan ibadah puasa.
Demikianlah penjelasa mengapa ibadah puasa dikatakan ibadah yang enteng tapi bernilai, baik didunia maupun di akhirat.Karena pada dasarnya agama islam itu tidak menyulitkan melainkan memberi kelapangan. Sebagaimana jaminan ILLAHI yang menyatakan "Tuhan tidak hendak menyulitkan kaum, tapi mau memberikan kelapangan".
Terimakasih telah berkunjung ke Ruangislamblog,terus ikuti perkembangannya dan ketahui lebih jauh informasi seputar puasa.

0 komentar